Usus Buntu

Usus Buntu – Apendix disebut juga dengan umbai usus buntu. Wujudnya berupa pipa kecil yang panjangnya kira-kira 4 inci (10 cm), terletak di ujung usus buntu atau di bagia pertama dari usus besa. Pipa kecil ini mungkin mengalami peradangan karena kotoran yang mengras atau terjadi pembentukan batu di dalamnya. Peradangan usus buntu ini terjadi juga karena penumupukan kotoran-kotoran atau sisa-sisa makanan di dalam usus besar. Fungsi usus buntu hampir sama dnegan fungsit tonsil yakni menstimulasi mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan berbagai kuman.

Usus Buntu

Usus Buntu

Penyakit Usus Buntu

Usus buntu menyebabkan rasa yang sangat nyeri di perut, biasanya di sebelah kanan. Jika peradangan semakin berat, umbai usus buntu itu dapat pecah dan menyebabkan isi usus menyebar ke seluruh perut bagian bawah. Kejadian ini disebut dengan radang selaput perut. Biasanya jalan terakhir untuk menangani usus buntu adalah dengan mengoperasinya.

Usus buntu merupakan suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon yang naik dari usus besar. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ yang tidak memiliki fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi usus buntu adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresi immunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) yang memiliki kelenjar limfoid.

Usus buntu sering terjadi pada mereka yang memiliki pola makan yang tidak sehat dan teratur. Mereka yang berisiko terkena usus buntu berkisar usia 8-25 tahun. Usus buntu terjadi ketika usus kecil yang berbentuk jari melekat pada usus besar di sebelah kanan rongga perut bagian bawah.

Usus buntu memang menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Umumnya mereka yang mengalami usus buntu memutuskan untuk melakukan operasi pembedahan pengangkatan usus buntu. Namun bagi mereka yang memiliki risiko dari usus buntu dapat mengetahui gejala dari usus buntu itu sendiri agar dapat menentukan pengobatan yang baik untuk mengatasi usus buntu.

Gejala Usus Buntu

Berikut gejala yang lazim terjadi pada usus buntu, diantaranya adalah :

  1. Timbul rasa nyeri di bagian perut
    Rasa nyeri ini sering dirasakan di bagian perut kanan bawah. Ketikan perut merasakan nyeri, membuat seorang penderita tidak mampun untuk melakukan aktivitas apalagi untuk berjalan. Nyeri yang dirasakan di perut dapat berlangsung hingga berjam-jam. Kadang juga bisa menimbulkan penyakit diare dan juga akan terasa sakit saat ada tekanan seperti batuk.
  1. Rasa mual ingin muntah hingga kehilangan selera makan
    Mereka yang menderita usus buntu umumnya hampir sama dengan sakit maag atau sakit lambung pada umumnya. Perut terasa mual ingin muntah hingga menghilangkan nafsu makan. Rasa mual ini terkadang disertai rasa sakit pada perut hingga menarik rongga perut.
  1. Beberapa diantaranya mengalami kesulitan bernapas atau sesak nafas
    Ketika bernapas dan melepaskan tekanan udara dari perut. Perut terasa sakit seperti tertahan. Bahkan dengan cara paksa harus dilakukan yakni dengan membuang gas (kentut) untuk melepaskan tekanan di dalam perut.

Pemeriksaan Usus Buntu

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit usus buntu adalah memeriksakan kondisi fisik. Pada penyakit usus buntu yang akut, berdasarkan dari pengamatan yang terlihat maka akan nampak suatu pembengkakan pada bagian rongga perut dimana pada dinding perut yang akan terlihat lebih mengencang atau mengalami distensi. Pada perabaan atau palpasi dan dibagian daerah perut kanan sebelah bawah yang biasanya jika ditekan maka akan terasa nyeri dan juga saat dilepas maka akan terasa nyeri juga. Dan hal ini adalah salah satu kunci dari diagnosis penyakit usus buntu yang akut.

Dengan menggunakan tindakan pada tungkai kanan dan juga paha yang ditekuk lebih kuat bagian tungkai kemudian akan diangkat dengan lebih tinggi, maka hal ini akan membuat nyeri pada perut akan terasa semakin sakit. Kecurigaan dari adanya suatu peradangan pada usus buntu akan menjadi semakin parah jika dilakukan pemeriksaan dubur atau juga pemeriksaan vagina yang bisa menimbulkan rasa sakit. Suhu pada dubur atau rectal yang terjadi lebih tinggi dibandingkan pada suhu ketiak atau axilla, biasanya lebih menunjang lagi dari adanya radang usus buntu.

Sedangkan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan adalah pemeriksaan darah yang akand ditemukan suatu kenaikan pada sel darah ptih ataua leukosit sampai mencapai 10.000-18.000/mm3. Jika memang terjadi suatu peningkatan yang lebih dari angka tersebut, maka kemungkinan usus buntu sudah mengalami perforasi atau sudah pecah.

Selain itu, pemeriksaan selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan radiologi ini dilakukan pada oto polos perut dengan cara menampakkan adanya suatu fekalit. Namun pemeriksaan seperti ini biasanya akan lebih jarang membantu untuk bisa menegakkan diagnosis dari penyakit usus buntnu. Melakukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG biasanya cukup bisa membantu dalam menegakkan diagnosis penyakit usus buntu yang dilakukan paling utama adalah untuk wanita hamil dan juga pada anak-anak. Tingkat dari kekakuratan yang biasanya terjadi paling tinggi adalah dengan melakukan suatu pemeriksaan CT scan. Dengan melakukan pemeriksaan Ct scan maka akan nampak lebih jelas gambaran dari usus butnu.

Jika diagnosis sudah ditegakkan, maka pelaksanaan yang paling standar dilakukan pada penyakit usus buntu adalah dengan melakukan operasi. Dalam kondisi yang dini jika sudah bisa langsung terdiagnosis maka kemungkinan untuk memberikan obat antibiotika bisa saja diberikan, namun demikian tingkat dari kekambuhan yang terjadi bisa mencapai sekitar 35%.

Usus Buntu


=====================================

>>> Xamthone Plus - Obat Usus Buntu Untuk Membantu Mengobati Usus Buntu Secara Herbal dan Alami Serta Menjaga Fungsi Usus Dengan Baik, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Usus Buntu and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.