Gejala Usus Buntu

Gejala Usus Buntu - Usus buntu disebabkan oleh menipisnya dinding usus buntu sebagai akibat dari pengaruh angin tau gas yang masuk ke dalam usus. Angin atau gas ini seharusnya keluar menjadi kentut, tetapi tidak keluar karena ditahan-tahan. Dengan demikian, angin atau gaas kembali masuk ke dalam usus besar dengan kemungkinan sangat kecil untuk dapat keluar. Hal ini akan mengakibatkan perut menjadi sakit.

Dengan demikian, usus buntu terjadi karena usus buntu kemasukan gas/angin hasil dari pembusukan dan bukan oleh masuknya biji-bijian ke dalam usus (usus buntu) sekalipun bentuk kotorannya seperti biji-bijian.

Gejala Usus Buntu

Gejala Usus Buntu

Gejala Usus Buntu

Gejala usus buntu ini diawali dengan rasa nyeri di daerah perut bagian atas atau di daerah pusar (ukbilicus), kemudian beralih dan menetap pada sisi kanan perut bagian bawah. daerah sisi kanan perut dikenal dengan Mc Barney’s Point. Daerah tersebut terasa lemah dan nyeri yang muncul sesaat-saat, sering diikuti dengan mual, muntah dan penyakit diare ringan.

Suhu badan penderita agak naik dan terjadi leucocytosis (banyak sel darah putih) serta mengalami kelemahan pada titik perut. Jika terjadi abses terasa adanya suatu gumpalan dan bila ada gangguan pada otot-otot perut, denyut nadi semakin cepat dan suhu badan naik. Dalam keadaan ini perlu segera ditangani secara serius. Bila penyakit ini menyerang anak-anak, sering disertai dengan diare.

Gejala Usus Buntu umum yang sering menyertai usus buntu adalah rasa nyeri atau kram di sekeliling pusar atau bagian atas perut, hilangnya nafsu makan, mual dan muntah yang akan berlanjut dengan nyeri yang hebat di bagian kanan bawah perut. Jika tidak segera diatasi, usus buntu yang terinfeksi bisa pecah, sehingga bakteri dapat masuk ke dalam rongga perut.

Hal in akan menimbulkan peritonitis yaiut peradangan pada peritonium (selaput yang membataasi rongga perut) dan menutu lambung dan usus halus. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan adalah tindakan operasi untuk membuang apendiks atau usus buntu yang terinfeksi (apendiktomi).

Gejala Usus Buntu yang umum terjadi adalah :

1. Tubuh jadi demam

Tubuh mengalami demam. Ciri atau gejala ini biasanya akan muncul setelah perut terasa nyeri. Jika sudah demam, itu artinya infeksi dari usus buntu sudah semakin parah. Ada baiknya memeriksakan diri ke dokter secepatnya.

2. Nyeri perut

Usus buntu adalah berupa perut yang terasa nyeri di ulu hati. Biasanya orang sering salah kira karena menganggap hal ini adalah sakit maag. Ini disebabkan karena saraf dari usus buntu sama dengan saraf dari bagian lambung/maag. Namun, lama kelamaan rasa sakit ini akan berpindah ke sisi kanan bawah perut sesuai dengan letak usus buntu.

Gejala usus buntu lain adalah sebagai berikut :

  • Perut bagian bawah terasa sakti sewaktu ditekan
  • Sakitnya semakin terasa dari hari ke hari
  • Sakitnya tidak tertahankan dan menjalar sampai telapak kaki kanan
  • Konstipasi atau diare
    Konstipasi atau diare juga sering terjadi pada penderita usus buntu. Beberapa diantaranya ada yang mengalami konstipasi dengan pengeluaran feses yang disertai dengan lendir.
  • Perut kembung

Beberapa penyakit seputar sistem pencernaan. Terkadang disertai oleh perut kembung. Perut yang terasa kembung sering menyebabkan seseorang sulit untuk membuang gas akibat gas atau udara tertekan di dalam perut secara berlebihan.

Pencegahan dan Pengobatan Usus Buntu

Pencegahan usus buntu adalah seperti berikut :

  • Carilah kesempatan dan tempat yang tepat untuk kentut
  • Jangan minum-minuman yang mengandung gas, alkohol dan soda
  • Hindari makan-makanan yang beraroma tajam seperti durian, nangka, mangga, kacang dan kuweni (kebembem)
  • Minum air putih
  • Seandainya terpaksa makan buah-buahan tersebut, usahakan gasnya menguap lewat mulut

Cara pengobatan usus buntu adalah sebagai berikut :

  • Tidur dengan posisi kaki lebih tinggi daripada badan
  • Pijat kaki (seperti penyakit lain)
  • Minum air putih hangat
  • Olelskan minyak goreng bersih pada kaki
  • Lakukan senam perut yang sangat membantu

Biasanya pada penderita penyakit usus buntu dengan gejala nyeri perut sebelah kanan bawah pada pria biasanya memiliki diagnosis banding penyakit usus buntu. Kolik dari saluran kemih, dan kelainan yang terjadi pada saluran pencernaan, misalnya adalah seperti divertikulitis, ileokolitis, typoid, dan juga keganasan yang terjadi. Demam yang muncul biasanya diawali dengan rasa nyeri sehingga kemungkinan terjadi thypoid akan lebih mudah disingkirkan. Gejala buang air kecil dan juga buang air besar dan adanya suatu kelainan maka kolik pada saluran kemih, divertikulitis, ileokolitis, atau juga suatu keganasan yang lebih bisa disingkirkan. Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan maka akan didapatkan suatu defans muskular yang akan terjadi pada region abdomen kanan bawah. Dengan ditandai suatu psoas atau rovsing yang lebih positif, maka kemungkinan dari letak apendiks yang berada pada daerah retrosekal. Nilai dari modified alvarado scoring system merpakan 9 dari 10 sehingga pasien yang didiagnosis menderita penyakit usus buntu biasanya akan dilakukan apendektomi. Diagnosis kerja yang dilakukan pada pasien merupakan apendisitis kronis eksaserbasi secara akut melihat dari adanya suatu riwayat pada nyeri perut kanan bagian bawah yang terjadi sejak 2 tahun yang lalu.

Pada saat operasi ini dilakukan maka akan ditemukan suatu apendiks yang memang letaknya retsrosekal retroperitoneal yang sesuai dengan tanda yang bisa didapatkan dari pemeriksaan fisik.

Gejala Usus Buntu


=====================================

>>> Xamthone Plus - Obat Usus Buntu Untuk Membantu Mengobati Usus Buntu Secara Herbal dan Alami Serta Menjaga Fungsi Usus Dengan Baik, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Usus Buntu and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>